Kepribadian, Karir dan Pengabdian Pak Harto
Anak Petani Yang Sukses
Tak kenal maka tak sayang. Apa, siapa dan hagaimanakah Pak
Harto, memang harus dikemukakan. Paling ridak, bagi generasi muda bangsa ini -
termasuk juga para mahasiswa perlu mengetahui bagaimana riwayat hidup dan
perjalanan karir seorang pemimpin seperti Pak Harto.
Berbagai Tanda Kehormatan dan Anugerah
Sebagai pemimpin bangsa, banyak hal yang telah dilakukan
oleh Pak Harto, terutama pengabdiannya untuk bangsa ini. Tak heran, Pak Harto
memiliki tak kurang dari 28 Tanda Kehormatan dari Pemerintah Republik Indonesia
atas pelbagai jasanya kepada bangsa ini
Dekat Dengan Mahasiswa
Keberhasilan Pak Harto dalam menumpas G30S/PKI pada tahun
1965, tentu saja berkat dukungan dari MEI, rakyat dan mahasiswa yang secara
serentak bersatu padu menjadi sebuah kekuatan besar lahirnya Orde Baru. Gerakan
mahasiswa yang kemudian dikenal dengan sebutan Angkatan 66, tentu saja tak bisa
pula dilepaskan dari kedekatan Pak Harto
Falsafah Hidup Pak Harto
Dalam kehidupannya, karakteristik Pak Harto kental diwarnai
filosofi Jawa, khas Indonesia yaitu : ilmu padi, ilmt teladan, ngewongke dan
keseimbangan. Ilmu padi, sangat menonjol pada diri Pak Harto, makin berisi
makin menunduk, makin berilmu makin merendah dan tidak banyak omong.
Tokoh Yang Mau Belajar
Siapa pun sulit menduga, setelah bangsa ini porak poranda di
tahun 1965-1966 sebagai warisan dari Orde Lama, baik secara politik, sosial dan
ekonomi. Betapa tidak, pada tahun tahun itu laju inflasi mencapai 650 %. Karena
itu, berbagai langkah atau solusi memang langsung dilakukan oleh Pak Harto.
Mencintai Petani
Karena ia lahir dari keluarga petani, maka perhatiannya
kepada para petani dan desa tidak perlu diragukan. Kendati Pak Harto menjadi
pemimpin tertinggi atau orang nomor satu di Indonesia ketika itu, Pak Harto
tidak pernah lupa pada rakyat kecil yang sebagian besar adalah petani.
Prioritaskan Pertanian dan Rakyat Pedesaan
Sebagai anak yang tumbuh dan besar di desa, Pak Harto sangat
memahami sulitnya kehidupan keluarga petani. Terbatasnya lahan, rendahnya
tingkat produksi, membuat kehidupan mayoritas rakyat Indonesia --petani-- jauh
dari sejahtera. Melihat kondisi ini dan juga sebagai "balas budi"
kepada para petani yang ikut berkorban dalam perang merebut dan mempertahankan
kemerdekaan Pak Harto memprioritaskan pembangunan di sektor pertanian.
Tokoh Yang Sederhana
Barangkali tidak banyak orang yang mengetahui, bahwa Pak
Harto adalah sosok tokoh yang sangat sederhana. Tidak suka pada kemewahan, dan
tak pernah berlebih-lebihan. Dan hal itu dikemukakan dengan gamblang oleh
sejumlah ajudannya.
Sosok Yang Kebapakan
Pak Harto seorang pemimpin yang berwibawa dan kebapakan. la
dapat menempatkan diri layaknya seorang bapak, yang mau mendengar, sabar dan
bijaksana dalam memberi sa-ran, nasihat ataupun teguran.
Pribadi Yang Merakyat
Sejak menjadi Presiden RI, Pak Harto enggan pindah ke Istana
Merdeka, dan tetap menempati rumah pribadinya di Jalan Cendana No.8, Jakarta
Pusat. Pak Harto juga dikenal sangat akrab dengan anak, isteri dan keluarga,
serta tetangganya. la selalu menyempatkan diri untuk bertemu dengan orang-orang
disekitar kediamannya. Pak Harto memang selalu hidup merakyat, sebagaimana
umumnya warga bangsa Indonesia.
Hobi Memancing dan Beternak Sapi
Sebagai manusia biasa, tentu saja Pak Harto juga memiliki
hobi sebagaimana lazimnya manusia lain. Memancing dan beternak sapi adalah dua
hobi yang paling disukainya selain olahraga yang lain.
Prinsip "aja kagetan, aja gumunan, aja dumeh"
Pak Harto selalu memegang prinsip aja kagetan, aja gumunan
dan aja dumeh. Prinsip ini sejak kecil sudah tertanam pada diri Pak Harto.
Artinya, kita sebagai manusia jangan mudah terkejut, jangan mudah heran dan
jangan mentang-mentang.
Sosok Yang Mencintai Keluarga
Pak Harto adalah manusia biasa. Dia adalah seseorang yang
sangat menyayangi dan mencintai keluarga, istri dan anak-anaknya. Kecintaannya
kepada sang istri Ibu Tien Soeharto sangat luar biasa. Bagi Pak Harto, Ibu Tien
adalah sumber kekuatan dan energi. Hal ini tampak jelas ketika Ibu Tien wafat
pada hari Minggu pagi, 28 April 1996.
Peraturan Pemerintah No, 10
Pak Harto lahir dari keluarga yang tidak bahagia. Kedua
orang tuanya bercerai. Karena itu, sebuah rumah tangga yang harmonis dan
sejahtera merupakan harapan dan keinginan Pak Harto, termasuk juga di dalamnya
hubungan suami isteri yang tentram dan terkendali.
Seorang Yang Humanis
Tak banyak orang yang mengetahui, bahwa Pak Harto seorang
yang humanis. Hanya orang-orang dekatnya yang tahu persis bagaimana Pak Harto.
Sebagaimana dikemukakan oleh Siswono Yudohusodo, mantan pembantu Pak Harto
dalam Kabinet Pembangunan:
"Kesan saya yang mendalam tentang Pak Harto, adalah
bahwa beliau itu sangat humanistis”.
Tokoh Yang Memperhatikan
Memang Pak Harto adalah seorang yang selalu memperhatikan,
bahkan ia tak pemah menyakiti orang lain. Hal ini juga diungkapkan oleh Moerdiono,
mantan Mensekneg yang cukup lama mengikuti Pak Harto.
Tokoh Yang Legowo
Memang Pak Harto adalah seorang sosok pemimpin yang legowo.
Dia ikhlas mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden pada tanggal 21
Mei 1998. Meski siapa pun tahu, jika Pak Harto mau menggunakan kekuatan dan
kekuasaannya, tentu saja ia akan mampu meredam gejolak yang ada.
Mikul Dhuwur Mendhem Jero
Kepemimpinan Pak Harto, tentu saja dilandasi oleh cara pikir
dan cara pandangnya sebagai orang Jawa, yang sarat dengan filosofi Jawa. Sikap
seorang anak petani yang berlatar belakang budaya Jawa ini Selalu menjiwai
setiap tutur kata dan tindakannya. Awal mula dari mikul dbuwur mendem jero yang
dilakukan Pak Harto adalah setelah kejadian G30S/PKI, ketika itu rakyat meminta
Bung Kamo untuk membubarkan PKI.
Memperkokoh Pancasila dan UUD 1945
Memang, sikap Pak Harto menjunjung tinggi dan meng-hargai
peran orang tua, dan para pemimpin sebelumnya tercermin tatkala menghadapi
masalah Bung Kamo. Pak Harto benar-benar menjunjung tinggi ajaran dan warisan
Bung Karno, Pancasila dan UUD 1945, yang tetap dijadikan dasar negara.
Sosok Yang Nasionalis
Pak Harto sangat nasionalis dalam mengelola dan memikirkan
kepentingan bangsa dan negara ini. Lebih mementingkan harga diri negeri
sendiri. Sebagai contoh, Peristiwa di tahun 1992 sewaktu Pemerintah Indonesia
memutuskan bantuan IGGI. Dimana Pak Harto dengan tenang memutuskannya.
Menunpas G30 S/ PKI
Salah satu jasa besar Pak Harto yang tak bisa dilupakan
adalah ketika ia menumpas PKI. Berawal dari kejadian G-30/S-PKI. Sebuah
pemberontakan yang didalangi oleh PKI (Partai Komunis Indonesia) pada tanggal
30 Sepetember 1965.
Bapak Pembangunan
Salah satu Ketetapan MPR tahun 1983, mengukuhkan pemberian
gelar Bapak Pembangunan Indonesia kepada Pak Harto. Pertimbangannya antara
lain, rakyat Indonesia menerima dengan rasa syukur kepemimpinan dan
kenegarawanan yang arif dan bijaksana dari Pak Harto.
Membangun Taman, Mini Indonesia indah (TMII)
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mulai dibangun pada tahun
1972 dan diresmikan 20 April 1975. Taman Mini merupakan suatu kawasan wisata
budaya yang menggambarkan Indonesia yang besar dalam bentuknya yang kecil
(sebuah miniatur) dimana berbagai aspek kekayaan alam dan budaya bangsa
Indonesia yang diperagakan di areal seluas 150 hektar.
Taman Buah Mekarsari
Satu lagi karya besar yang ditinggalkan Bu Tien, isteri Pak
Harto adalah Taman Buah Mekarsari. Taman buah ini juga dibanguti atas prakarsa
Ibu Tien Soeharto yang dilandasi keinginan luhur yaitu meningkatkan harkat dan
martabat kaum tani melalui pembangunan industri yang kuat dengan dukungan
pertanian yang tangguh.
Membangun Tramsmigrasi
Salah satu kebijakan strategis Pak Harto lainnya adalah
Pro-gram Transmigrasi, yakni program yang berupaya dalam pemerataan penyebaran
penduduk di dalam negeri. Disamping membuka lapangan kerja, program
transmigrasi juga ditujukan untuk membuka dan mengembangkan daerah produksi
baru di luar Jawa dan Bali, terutama untuk membuka daerah pertanian yang baru.
Penulis : Dewi Ambar Sari - Lazuardi Adi Sage
Penerbit : PT. JAKARTA CITRA
Penerbit : PT. JAKARTA CITRA