Thursday, October 19, 2017

RUNTUHNYA DEMOKRASI TERPIMPIN (G 30 S PKI)

RUNTUHNYA DEMOKRASI TERPIMPIN
Mengapa Peristiwa G30S/PKI Dapat Meruntuhkan Demokrasi Terpimpin.

A.    Latar belakang G 30 S PKI
Pemberontakan PKI tanggal 30 September 1965 bukanlah kali pertama bagi PKI. Sebelumnya,pada tahun 1948 PKI sudah pernah mengadakan pemberontakan di Madiun. Pemberontakan tersebut dipelopori oleh Amir Syarifuddin dan Muso. Tujuan dari pemberontakan itu adalah untuk menghancurkan Negara RI dan menggantinya menjadi negara komunis. Beruntunglah pada saat itu Muso dan Amir Syarifuddin berhasil ditangkap dan kemudian ditembak mati sehingga pergerakan PKI dapat dikendalikan.

Namun ,melalui demokrasi terpimpin kiprah PKI kembali bersinar. Terlebih lagi dengan adanya ajaran dari presiden Soekarno tentang Nasakom(Nasional, Agama, Komunis) yang sangat menguntungkan PKI karena menempatkannya sebagai bagian yang sah dalam konstelasi politik Indonesia. Bahkan, Presiden Soekarno mengangap aliansinya dengan PKI menguntungkan sehingga PKI ditempatkan pada barisan terdepan dalam demokrasi terpimpin.

Keputusan tersebut patut disayangkan mengingat hal ini hanya akan membukakan jalan bagi PKI untuk melancarkan rencana-rencana buruknya. Yang salah satunya sudah terbukti adalah pemberontakan G-30-S-PKI yang dipimpin oleh DN.Aidit. Pemberontakan itu bertujuan untuk menyingkirkan TNI-AD sekaligus merebut kekuasaan pemerintahan.

Sebenarnya pada saat itu keburukan PKI sudah akan terbongkar dengan ditemukannya dokumen-dokumen perjuangan PKI yang berjudul ”Resume Program dan Kegiatan PKI Dewasa ini”. Dalam dokumen tersebut Nampak jelas disebutkan bahwa PKI akan melancarkan perebutan kekuasaan. Akan tetapi Ir.Soekarno tidak mempercayai hal itu dan tetap mendukung PKI. Hal ini tentu membuat PKI merasa percaya diri dan merasa terbang di atas angin.

Soekarno mendapatkan kekuasaan dari usahanya menyeimbangkan kekuatan yang berlawanan dan semakin bermusuhan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Partai Komunis Indonesia (PKI). Pada tahun 1965, PKI telah menembus semua tingkat pemerintahan, mendapatkan pengaruh besar dan juga mengurangi kekuasaan TNI.Tentara telah terbagi, antara sayap kiri yang pro-PKI, dan sayap kanan yang didekati oleh negara-negara Barat.

Pada tanggal 30 September 1965, enam perwira paling senior TNI tewas dalam sebuah aksi yang disebut "Gerakan 30 September", sebuah kelompok dari dalam TNI sendiri. Aksi ini kemudian dicap oleh pemerintahan Soeharto sebagai "percobaan kudeta".

B.Runtuhnya Demokrasi Terpimpin

1.GERAKAN 30 SEPTEMBER 1965
            Pada malam 30 September - 1 Oktober 1965, enam jenderal senior TNI diculik dan dieksekusi di Jakarta oleh batalyon tentara dari Resimen Tjakrabirawa (Pengawal Presiden) dalam sebuah aksi yang kemudian disebut oleh Soeharto sebagai "percobaan kudeta".
Selain karena ingin merebut kekuasaan,ada juga factor lain yang membuat mereka melakukan pemberontakan itu,yakni :

1.      Angkatan Darat menolak pembentukan Angkatan kelima
Menurut saya permintaan PKI tersebut hanyalah sebuah taktik terselubung untuk mengumpulkan masa yang jauh lebih besar lagi. Sehingga suatu saat nanti apabila hari “H” yaitu saat pemberontakan itu dilancarkan mereka sudah mempunyai pertahanan yang kuat.

2.      Angkatan Darat menolak Nasakomisasi
Adanya nasakomisasi hanya akan menguntungkan kedudukan PKI untuk yang kesekian kalinya. Ajaran nasakom, dilihat dari asal kata pembentukan katanya saja sudah ganjil, yakni “nasional,agama, komunis”. Untuk kata nasional dan agama mungkin masih dapat kita cerna dengan baik. Akan tetapi untuk kata”komunis” membuat kita berfikir dua kali untuk menyetujui ajaran ini. Apalagi setelah banyaknya kerusuhan yang dilakukan partai ini hingga timbulnya korban jiwa. Keputusan TNI-AD memang sangat tepat menolak nasakomisasi tersebut.

3.      Angkatan Darat menolak Poros Jakarta-Peking dan konfrontasi dengan Malaysia.
Hal ini merupakan suatu langkah yang bijak menyangkut adanya Poros Jakarta-Peking dan konfrontasi dengan Malaysia hanya akan membantu Cina meluaskan semangat revolusi komunisnya di Asia Tenggara, dan akan merusak hubungan baik dengan negara-negara tetangga.



2.PEREBUTAN KEKUASAAN MILITER
            Pembunuhan para jenderal TNI faksi sayap kanan tersebut membuat pengaruh militer jatuh untuk personel tentara yang lebih bersedia untuk menentang Soekarno dan musuh mereka di faksi sayap kiri TNI.[16] Setelah pembunuhan para jenderal tersebut, perwira berpangkat tertinggi dalam militer Indonesia dan tertinggi ketiga dalam keseluruhan rantai-komando adalah Menteri Pertahanan dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Abdul Haris Nasution, anggota dari kubu TNI sayap kanan

3.PEMBERSIHAN BERDARAH ANTI KOMUNIS (KETIDAKSTABILAN NEGARA)
            Pada awal Oktober, kampanye propaganda militer mulai menyapu Indonesia, dan berhasil meyakinkan baik masyarakat Indonesia dan internasional bahwa peristiwa Gerakan 30 September adalah sebuah "kudeta Komunis", dan bahwa pembunuhan jenderal faksi sayap kanan TNI tersebut adalah kekejaman pengecut terhadap para pahlawan Indonesia. Dalam kampanye tersebut, Gerakan 30 September disebut "Gestapu" (dari "Gerakan September Tigapuluh"). Tentara, bertindak atas perintah Soeharto dan diawasi oleh Nasution, memulai kampanye agitasi dan hasutan untuk melakukan kekerasan berdarah di kalangan warga sipil Indonesia yang ditujukan untuk masyarakat pendukung dan simpatisan ideologi Komunis, dan bahkan terhadap Presiden Soekarno sendiri. Penyangkalan PKI tentang keterlibatan mereka dalam G30S memiliki pengaruh yang kecil. Rezim Soekarno dengan cepat menjadi tidak stabil, dengan Angkatan Darat menjadi satu-satunya kekuatan yang tersisa untuk menjaga ketertiban.

Sumber :Sekretariat Negara Republik Indonesia (1975) ,Kabinet-Kabinet Republik Indonesia: Dari Awal Kemerdekaan Sampai Reformasi


Sunday, September 3, 2017

Beribu alasan rakyat mencintai pak Soeharto

Kepribadian, Karir dan Pengabdian Pak Harto

Anak Petani Yang Sukses
Tak kenal maka tak sayang. Apa, siapa dan hagaimanakah Pak Harto, memang harus dikemukakan. Paling ridak, bagi generasi muda bangsa ini - termasuk juga para mahasiswa perlu mengetahui bagaimana riwayat hidup dan perjalanan karir seorang pemimpin seperti Pak Harto.

Berbagai Tanda Kehormatan dan Anugerah
Sebagai pemimpin bangsa, banyak hal yang telah dilakukan oleh Pak Harto, terutama pengabdiannya untuk bangsa ini. Tak heran, Pak Harto memiliki tak kurang dari 28 Tanda Kehormatan dari Pemerintah Republik Indonesia atas pelbagai jasanya kepada bangsa ini

Dekat Dengan Mahasiswa
Keberhasilan Pak Harto dalam menumpas G30S/PKI pada tahun 1965, tentu saja berkat dukungan dari MEI, rakyat dan mahasiswa yang secara serentak bersatu padu menjadi sebuah kekuatan besar lahirnya Orde Baru. Gerakan mahasiswa yang kemudian dikenal dengan sebutan Angkatan 66, tentu saja tak bisa pula dilepaskan dari kedekatan Pak Harto

Falsafah Hidup Pak Harto
Dalam kehidupannya, karakteristik Pak Harto kental diwarnai filosofi Jawa, khas Indonesia yaitu : ilmu padi, ilmt teladan, ngewongke dan keseimbangan. Ilmu padi, sangat menonjol pada diri Pak Harto, makin berisi makin menunduk, makin berilmu makin merendah dan tidak banyak omong.

Tokoh Yang Mau Belajar
Siapa pun sulit menduga, setelah bangsa ini porak poranda di tahun 1965-1966 sebagai warisan dari Orde Lama, baik secara politik, sosial dan ekonomi. Betapa tidak, pada tahun tahun itu laju inflasi mencapai 650 %. Karena itu, berbagai langkah atau solusi memang langsung dilakukan oleh Pak Harto.

Mencintai Petani
Karena ia lahir dari keluarga petani, maka perhatiannya kepada para petani dan desa tidak perlu diragukan. Kendati Pak Harto menjadi pemimpin tertinggi atau orang nomor satu di Indonesia ketika itu, Pak Harto tidak pernah lupa pada rakyat kecil yang sebagian besar adalah petani.

Prioritaskan Pertanian dan Rakyat Pedesaan
Sebagai anak yang tumbuh dan besar di desa, Pak Harto sangat memahami sulitnya kehidupan keluarga petani. Terbatasnya lahan, rendahnya tingkat produksi, membuat kehidupan mayoritas rakyat Indonesia --petani-- jauh dari sejahtera. Melihat kondisi ini dan juga sebagai "balas budi" kepada para petani yang ikut berkorban dalam perang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Pak Harto memprioritaskan pembangunan di sektor pertanian.

Tokoh Yang Sederhana
Barangkali tidak banyak orang yang mengetahui, bahwa Pak Harto adalah sosok tokoh yang sangat sederhana. Tidak suka pada kemewahan, dan tak pernah berlebih-lebihan. Dan hal itu dikemukakan dengan gamblang oleh sejumlah ajudannya.

Sosok Yang Kebapakan
Pak Harto seorang pemimpin yang berwibawa dan kebapakan. la dapat menempatkan diri layaknya seorang bapak, yang mau mendengar, sabar dan bijaksana dalam memberi sa-ran, nasihat ataupun teguran.

Pribadi Yang Merakyat
Sejak menjadi Presiden RI, Pak Harto enggan pindah ke Istana Merdeka, dan tetap menempati rumah pribadinya di Jalan Cendana No.8, Jakarta Pusat. Pak Harto juga dikenal sangat akrab dengan anak, isteri dan keluarga, serta tetangganya. la selalu menyempatkan diri untuk bertemu dengan orang-orang disekitar kediamannya. Pak Harto memang selalu hidup merakyat, sebagaimana umumnya warga bangsa Indonesia.

Hobi Memancing dan Beternak Sapi
Sebagai manusia biasa, tentu saja Pak Harto juga memiliki hobi sebagaimana lazimnya manusia lain. Memancing dan beternak sapi adalah dua hobi yang paling disukainya selain olahraga yang lain.

Prinsip "aja kagetan, aja gumunan, aja dumeh"
Pak Harto selalu memegang prinsip aja kagetan, aja gumunan dan aja dumeh. Prinsip ini sejak kecil sudah tertanam pada diri Pak Harto. Artinya, kita sebagai manusia jangan mudah terkejut, jangan mudah heran dan jangan mentang-mentang.

Sosok Yang Mencintai Keluarga
Pak Harto adalah manusia biasa. Dia adalah seseorang yang sangat menyayangi dan mencintai keluarga, istri dan anak-anaknya. Kecintaannya kepada sang istri Ibu Tien Soeharto sangat luar biasa. Bagi Pak Harto, Ibu Tien adalah sumber kekuatan dan energi. Hal ini tampak jelas ketika Ibu Tien wafat pada hari Minggu pagi, 28 April 1996.

Peraturan Pemerintah No, 10
Pak Harto lahir dari keluarga yang tidak bahagia. Kedua orang tuanya bercerai. Karena itu, sebuah rumah tangga yang harmonis dan sejahtera merupakan harapan dan keinginan Pak Harto, termasuk juga di dalamnya hubungan suami isteri yang tentram dan terkendali.

Seorang Yang Humanis
Tak banyak orang yang mengetahui, bahwa Pak Harto seorang yang humanis. Hanya orang-orang dekatnya yang tahu persis bagaimana Pak Harto. Sebagaimana dikemukakan oleh Siswono Yudohusodo, mantan pembantu Pak Harto dalam Kabinet Pembangunan:

"Kesan saya yang mendalam tentang Pak Harto, adalah bahwa beliau itu sangat humanistis”.

Tokoh Yang Memperhatikan
Memang Pak Harto adalah seorang yang selalu memperhatikan, bahkan ia tak pemah menyakiti orang lain. Hal ini juga diungkapkan oleh Moerdiono, mantan Mensekneg yang cukup lama mengikuti Pak Harto.

Tokoh Yang Legowo
Memang Pak Harto adalah seorang sosok pemimpin yang legowo. Dia ikhlas mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden pada tanggal 21 Mei 1998. Meski siapa pun tahu, jika Pak Harto mau menggunakan kekuatan dan kekuasaannya, tentu saja ia akan mampu meredam gejolak yang ada.

Mikul Dhuwur Mendhem Jero
Kepemimpinan Pak Harto, tentu saja dilandasi oleh cara pikir dan cara pandangnya sebagai orang Jawa, yang sarat dengan filosofi Jawa. Sikap seorang anak petani yang berlatar belakang budaya Jawa ini Selalu menjiwai setiap tutur kata dan tindakannya. Awal mula dari mikul dbuwur mendem jero yang dilakukan Pak Harto adalah setelah kejadian G30S/PKI, ketika itu rakyat meminta Bung Kamo untuk membubarkan PKI.

Memperkokoh Pancasila dan UUD 1945
Memang, sikap Pak Harto menjunjung tinggi dan meng-hargai peran orang tua, dan para pemimpin sebelumnya tercermin tatkala menghadapi masalah Bung Kamo. Pak Harto benar-benar menjunjung tinggi ajaran dan warisan Bung Karno, Pancasila dan UUD 1945, yang tetap dijadikan dasar negara.

Sosok Yang Nasionalis
Pak Harto sangat nasionalis dalam mengelola dan memikirkan kepentingan bangsa dan negara ini. Lebih mementingkan harga diri negeri sendiri. Sebagai contoh, Peristiwa di tahun 1992 sewaktu Pemerintah Indonesia memutuskan bantuan IGGI. Dimana Pak Harto dengan tenang memutuskannya.

Menunpas G30 S/ PKI
Salah satu jasa besar Pak Harto yang tak bisa dilupakan adalah ketika ia menumpas PKI. Berawal dari kejadian G-30/S-PKI. Sebuah pemberontakan yang didalangi oleh PKI (Partai Komunis Indonesia) pada tanggal 30 Sepetember 1965.

Bapak Pembangunan
Salah satu Ketetapan MPR tahun 1983, mengukuhkan pemberian gelar Bapak Pembangunan Indonesia kepada Pak Harto. Pertimbangannya antara lain, rakyat Indonesia menerima dengan rasa syukur kepemimpinan dan kenegarawanan yang arif dan bijaksana dari Pak Harto.

Membangun Taman, Mini Indonesia indah (TMII)
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mulai dibangun pada tahun 1972 dan diresmikan 20 April 1975. Taman Mini merupakan suatu kawasan wisata budaya yang menggambarkan Indonesia yang besar dalam bentuknya yang kecil (sebuah miniatur) dimana berbagai aspek kekayaan alam dan budaya bangsa Indonesia yang diperagakan di areal seluas 150 hektar.

Taman Buah Mekarsari
Satu lagi karya besar yang ditinggalkan Bu Tien, isteri Pak Harto adalah Taman Buah Mekarsari. Taman buah ini juga dibanguti atas prakarsa Ibu Tien Soeharto yang dilandasi keinginan luhur yaitu meningkatkan harkat dan martabat kaum tani melalui pembangunan industri yang kuat dengan dukungan pertanian yang tangguh.

Membangun Tramsmigrasi
Salah satu kebijakan strategis Pak Harto lainnya adalah Pro-gram Transmigrasi, yakni program yang berupaya dalam pemerataan penyebaran penduduk di dalam negeri. Disamping membuka lapangan kerja, program transmigrasi juga ditujukan untuk membuka dan mengembangkan daerah produksi baru di luar Jawa dan Bali, terutama untuk membuka daerah pertanian yang baru.



Sumber "Beribu alasan rakyat mencintai pak Harto''
Penulis : Dewi Ambar Sari - Lazuardi Adi Sage
Penerbit : PT. JAKARTA CITRA

Thursday, August 17, 2017

JASA JASA PAK HARTO

JASA JASA PAK SOEHARTO
Biografi singkat Pak soeharto
Nama : Jend. Besar TNI Purn.H.M .Soeharto
Tempat dan tanggal lahir :Kemusuk,Yogyakarta / Rabu,8 Juni 1921
Agama :Islam
Pendidikan : SD Pedes Yogyakarta, SMP Muhammadiyah Yogyakarta, Sekolah militer di Gombong
Penghargaan : -Bapak Pembangunan Nasional
-Bintang maha karya gotong royong dari Ormas Musyawarah kekeluargaan gotong royong
-UN Population Award oleh PBB
Anak dan Istri :Tien Soeharto (Istri)
Siti Hardiyanti Hastuti (Tutut), Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Harijadi (Titiek) , Hutomo Mandala Putra (Tommy), dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek). <Anak>
Wafat :27 January 2008






Keterangan
-(A) Melihat Dengan Mata Hati “JASA JASA PAK HARTO BAGI BANGSA DAN NEGARA” Karya Servas Mario Patty dan diterbitkan oleh YAYASAN SERVES MARIO
-(B) PANDANGAN PEREMPUAN TENTANG SOEHARTO Karya La Rose dan Upi diterbitkan oleh Yayasan Rose
Jasa-Jasa soeharto

Soeharto ialah Presiden Republik Indonesia ke-2 menggantikan posisi Soekarno ,Soeharto atau kita sebut saja Pak Harto menjabat sebagai presiden kurang lebih 30Tahun dan beliau merupakan presiden yang terlama masa jabatannya .
Tidak banyak orang yang tahu bahwa Pak Harto ialah orang yang sangat berjasa dalam pembangunan negeri ini sehingga ia layak mendapat julukan “Bapak Pembangunan” dari seluruh orang yang memujinya. Pak Harto dikenal sangat santun dan ramah serta sangat dekat dengan rakyat.
Pak Harto sangat mementingkan pembangunan di negeri Indonesia, selama dia menjabat sebagai presiden , Warga dapat menikmati berbagai sembako dengan harga terjangkau seperti Minyak,Sabun cuci,sabun mandi dan lain lain .Beliau tak tanggung tanggung dalam menjalankan program Pembangunan di Indonesia yakni dengan membangun gedung di berbagai kota dengan jumlah 6.600 Unit dan ia mendirikan berbagai jalan layang dan yang dapat kita nikmati sekarang.
Beliau memegang teguh nilai Pancasila dan UUD 1945 dan beliau juga lah yang memberantas tuntas  PKI yakni partai yang memegang paham komunis dan beliau juga lah yang menghapus sejarah kelam G 30 S PKI dengan cara “Membabat habis” para anggota dan pendukung partai PKI yang kebanyakan berasal dari rakyat bawah
Banyak yang mengatakan Indonesia pada jaman Pak Harto sebelum sakit ialah Negara ngutang gak kuat bayar,Nyatanya Bank Dunia melaporkan Indonesia paling rajin dan tertib membayar hutang. (B)
Pak Harto adalah seseorang Pemimpin yang senantiasa memegang teguh Konstitusi  menurut R.soekardi .Pak Harto telah melakukan tindakan tindakan yang bertujuan untuk mengubah ataupun menambah peraturan perundangan ,dengan maksud agar segala sesuatunya itu berjalan sesuai dengan amanat konstitusi (A) .
ABRI,yah itulah ia sebelum menjadi Presiden RI .Pak Harto sangat menghargai jasa para prajurit ,Lebih lanjut Rudini berkata bahwa ia pernah diserahi tugas untuk kesejahteraan prajurit dengan dana sebesar Rp.100.000.000(Seratus juta rupiah).(A) Beliau orang yang sangat royal terhadap para prajurit TNI .
Dalam hal ekonomi dan pengiriman tenaga kerja ,jasa jasanya pun tak luput dari memori kita semua sampai pada makanan,cabe sekalipun jua Pak Harto ikut berbicara “ Kalau sulit mendapatkan cabe ,coba menanam cabe di pot pot dan jangan hanya makan nasi saja.masih ada makanan lainnya .
Masalah TKW ,TKI Pak Harto ikut menangani juga tatkala harus memulangkan TKW dan TKI yang tidak resmi dari Saudi Arabia dan Malaysia ,walaupun waktu itu ada Menteri Tenaga Kerja da nada kedaulatan Indonesia diluar negeri (B).
Banyak orang yang mengira Soeharto menaruh Uang di Bank luar negeri bahkan ada yang menyebutnya rakus, Padahal Bapak soeharto sudah menjelaskan di televisi bahwa ia tidak punya uang di Bank luar negeri ,kalau ada silahkan ambil ,malah beliau bersedia kok membuat surat kuasanya . dan terbukti bahwa hingar binger yang menyebutkan Pak Harto rakus ialah omong kosong, Bapak soeharto telah menyerahkan yayasan DAKAP nya kepada Negara dan beliau memberikan Harta pribadi nya kepada penduduk di Irian jaya (B).
Kembali kepada Jasa terbesar Pak Harto dalam memberantas G 30 S PKI .Untuk menumpas komunis di tanah air Pak Harto terus melakukan konsolidasi dengan panglima panglima Angkatan lainnya beserta rakyat. Pak Harto mengajak semua pimpinan angkatan untuk menyusun strategis tindaka-tindakan ABRI pasca G 30S PKI dan melakukan tindakan-tindakan pemulihan ekonomi rakyat .Tegas Roesmin,Pak Harto adalah seseorang pemimpin yang kritis dan strategis.Analisisnya yang kritis dan dalam mengarah kepada seseorang pemimpin nasional yang perfeksionis/sempurna (A).